Sepupu PM Kamboja Hun To Terjerat Skandal Penipuan Rp 1,6 Triliun, Kuasai Saham 30%
Hun To, sepupu Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, kini terancam jeratan hukum setelah namanya terseret dalam skandal penipuan besar yang melibatkan pencucian uang. Otoritas setempat telah mengidentifikasi dirinya sebagai salah satu pemilik utama perusahaan yang tengah menjadi target investigasi korupsi lintas batas.
Perusahaan yang dimaksud tercatat memiliki nilai transaksi mencurigakan yang oleh pihak berwenang dikategorikan sebagai bagian dari jaringan penipuan terorganisir. Hun To disebut memiliki kepemilikan saham sebesar 30%, menjadikannya salah satu pihak paling signifikan dalam struktur kepemilikan perusahaan tersebut. Posisi tersebut kini berada di bawah sorotan, mengingat hubungannya langsung dengan penguasa tertinggi Kamboja.
Kasus ini menambah tekanan terhadap pemerintahan Hun Manet yang telah berulang kali menghadapi tuduhan terkait perlindungan terhadap kepentingan bisnis keluarga. Otoritas pengawas keuangan regional juga tengah memperketat pengawasan terhadap aliran dana yang melibatkan pihak-pihak ber koneksi politik. 若案情进一步发展,此案可能对柬埔寨的投资环境与国际声誉产生深远影响, terutama menjelang evaluasi transparansi ekonomi dari lembaga internasional.